Bismillahirrohmanirrohiim
Suatu kali, ada seorang yang berthawaf di Ka'bah seraya berulang-ulang membaca
do'a, "Ya Allah, jagalah diriku dari sifat kikir, ya Allah jagalah diriku
dari sifat kikir." Sehingga ada yang menegur, wahai hamba Allah, apakah
engkau tidak mengetahui selain do'a ini? Ia menjawab, sesungguhnya Allah
berfirman, "Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka
itulah orang-orang yang beruntung." (Al Hasyr: 9) Barangsiapa takut kepada
Allah dalam masalah harta, lalu membelanjakannya sesuai dengan yang
diridhai-Nya, memberi makan fakir miskin, serta mengeluarkannya untuk menolong
agama Allah dan meninggi-kan kalimat-Nya, niscaya Allah akan memberinya rezki
dari arah yang tiada disangka-sangkanya, Allah akan menjaganya dan memberkahi
keluarga dan anak-anaknya.
Jika ada orang kaya mengatakan padamu 'sedang engkau yakin tentang
kejujurannya', berilah si fulan ini dan itu, besok engkau akan kuberi sesuatu
yang lebih baik daripadanya, apakah engkau akan enggan menuruti kemauannya?
Tentu, sedetik pun engkau tidak akan terlambat memenuhi keinginannya sebab
engkau akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Lalu, apatah lagi jika yang
menjanjikan kepadamu itu Allah Azza Wajalla, Pemilik langit dan bumi, Dzat Yang
Maha Agung, Maha Pengasih dan Maha Kaya?
Allah berfirman, "Dan kebaikan apa saja yang engkau perbuat untuk dirimu,
niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling
baik dan yang paling besar pahalanya." (Al Muzzammil: 20)
Sebaliknya, orang yang menimbun hartanya dan tidak mau menafkahkan sebagian
daripadanya kelak pada Hari Kiamat Allah akan mengalungkan harta yang ia
bakhilkan tersebut di batang lehernya, (Q.S.: 3: 180). Dengan emas dan peraknya
'padahal di dunia keduanya amat ia banggakan' yang telah dipanaskan dalam
Neraka Jahannam, dahi, lambung dan punggung mereka dibakar/diseterika, (Q.S.
9:34-35)
Adapun keberuntungan atau faedah menafkahkan harta di jalan Allah adalah sangat
banyak.
Pertama, Allah menjamin nafkah orang tersebut. Dalam hadits Qudsi disebutkan,
"Wahai anak Adam, berinfaklah niscaya Aku (menjamin) nafkahmu."
(Muttafaq Alaih)
Kedua, mendapatkan kebaikan saat tibanya Hari Penyesalan, Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Barangsiapa bersedekah senilai satu
biji kurma dari hasil kerja(nya) yang baik 'dan Allah tidak menerima kecuali
yang baik-baik' maka sungguh Allah menerimanya dengan Tangan KananNya, lalu
merawatnya sebagaimana salah seorang dari kamu merawat anak kuda/ untanya
sehingga (banyaknya) seperti gunung, karena itu bersedekahlah !." (Muttafaq
Alaih)
Ketiga, bersedekah bisa menghapuskan dosa. Rasulullah Shallallahu Alaihi
Wasallam bersabda, "Puasa adalah benteng, sedangkan sedekah melenyapkan
kesalahan (dosa) sebagaimana air memadamkan api." (HR. Ibnu Majah dan
Turmudzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Keempat, nama harum di tengah-tengah masyarakat. Orang yang senang berinfak dan
menyelesaikan kesulitan orang lain akan menjadi buah bibir dalam hal kebaikan.
Berbeda dengan orang yang kikir, ia akan menjadi tumpuan kebencian orang lain
karena hanya menumpuk harta bendanya untuk dirinya sendiri. Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Celakalah hamba dinar, celakalah
hamba dirham ..."(HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
Kelima, berinfak adalah salah satu akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Di
antara perbuatan yang sangat beliau cintai adalah memberi, bahkan memberikan
sesuatu yang sangat beliau butuhkan sendiri, seperti pakaian yang sedang beliau
kenakan. Demikian menurut hadits riwayat Bukhari dari Sahl bin Sa'ad
Radhiallahu Anhu.
Keenam, berinfak menyebabkan rezki bertambah, berkembang dan penuh berkah.
Lihat kembali (Q.S. 2:245)
Ketujuh, sedekah menyebabkan pemiliknya mendapat naungan pada Hari Pembalasan.
Kelak pada Hari Pembalasan, saat kesulitan manusia memuncak dan matahari didekatkan
dengan ubun-ubun manusia. Ketika itulah orang-orang yang suka bersedekah
mendapat jaminan. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu Anhu
disebutkan, ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi Allah, pada hari yang
tiada naungan kecuali naungan-Nya. Salah satunya adalah, "Laki-laki yang
bersedekah dan menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa
yang dikeluarkan oleh tangan kanannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedelapan, kecintaan Allah dan kecintaan manusia terhadapnya. Orang yang suka
memberi akan dicintai orang lain, sebab secara fithrah manusia mencintai orang
yang berbuat baik padanya. Seorang penyair bersenandung, "Berbuat baiklah
kepada manusia, niscaya engkau menaklukkan hatinya. Sungguh, kebaikanlah yang
menakluk-kan manusia. Berbuat baiklah jika engkau bisa dan kuasa, karena tidak
selamanya orang kuasa berbuat baik."
Kesembilan, kemudahan melakukan keta'atan. Allah menolong orang yang suka
bersedekah dalam melakukan berbagai keta'atan, sehingga ia merasa mudah melakukan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah berfirman, "Adapun orang
yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya
pahala yang terbaik (Surga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang
mudah".( Al Lail: 5-7)
Mudah-mudahan Allah menggolongkan kita termasuk di antara hamba-hamba-Nya yang
suka bersedekah. Amin...